Anywhere - Rita Ora


[Verse 1]
Time flies by when the night is young
Waktu berlalu disaat malam masih awal
Daylight shines on an unexposed location (location)
Cahaya bersinar pada lokasi yang tidak terekspos
Bloodshot eyes lookin’ for the sun
Mata merah karena mencari matahari
Paradise, we live it, and we call it a vacation, vacation
Surga, kita mempercayai itu, dan kita menyebutnya liburan
[Pre-Chorus]
You’re painting me a dream that I–
Kau melukiskanku sebuah mimpi yang aku
Would I belong, yeah?
Yang akan ku ikuti, ya?
Would I belong, yeah?
Yang akan ku ikuti, ya?
[Chorus]
Over the hills, and far away
Di atas bukita yang jauh
A million miles from LA
Sejuta mil dari LA
Just anywhere away with you
Kemana saja pergi dengan mu
I know we’ve got to get away
Aku tahu kita harus pergi
Someplace where no one knows our name
Ke suatu tempat dimana tidak ada orang yang kenal nama kita
We’ll find the start of something new
Kita mulai mencari sesuatu yang baru
Just take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
Just take me anywhere
Bawalah aku kemanapun
Take me anywhere
Bawa aku kemanapun
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
[Verse 2]
Truth comes out when we’re blacking out
Kebenaran keluaran ketika kita hilang kesadaran
Looking for connection in a crowd of empty faces (empty faces)
Mencari hubungan didalam ramainya orang yang tidak di kenal
Your secrets are the only thing I’m craving now
Sekarang satu-satunya hal yang aku inginkan adalah rahasia mu
The good, and the bad, and the end
Yang baik, dan yang buruk, dan yang terakhir
‘Cause I can take it, I can take it
Karena aku dapat mengambilnya
[Pre-Chorus]
You’re painting me a dream that I–
Kau melukiskanku sebuah mimpi yang aku
Would I belong, yeah?
Yang akan ku ikuti, ya?
Would I belong, yeah?
Yang akan ku ikuti, ya?
[Chorus]
Over the hills, and far away
Di atas bukit yang jauh
A million miles from LA
Sejuta mil dari LA
Just anywhere away with you
Kemana saja pergi dengan mu
I know we’ve got to get away
Aku tahu kita harus pergi
Someplace where no one knows our name
Ke suatu tempat dimana tidak ada orang yang kenal nama kita
We’ll find the start of something new
Kita mulai mencari sesuatu yang baru
Just take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
Just take me anywhere
Bawalah aku kemanapun
Take me anywhere
Bawa aku kemanapun
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
[Interlude]
Take me anywhere
Bawa aku kemanapun
Oh anywhere
Oh kemanapun
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
[Chorus]
Over the hills, and far away
Di atas bukita yang jauh
A million miles from LA
Sejuta mil dari LA
Just anywhere away with you
Kemana saja pergi dengan mu
I know we’ve got to get away
Aku tahu kita harus pergi
Someplace where no one knows our name
Ke suatu tempat dimana tidak ada orang yang kenal nama kita
We’ll find the start of something new
Kita mulai mencari sesuatu yang baru
Just take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Take me anywhere
Bawalah aku kemana saja
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu
Just take me anywhere
Bawalah aku kemanapun
Take me anywhere
Bawa aku kemanapun
Anywhere away with you
Kemanapun pergi dengan mu

Share:

Martin Garrix - So Far Away


[Verse 1: Jamie Scott]
Light ’em up, light ’em up
Cahaya menyala
Tell me where you are, tell me where you are
Katakan padaku dimana kau berada
Summer nights, bright lights
Malam musim panas, lampu terang
And the shooting stars, they break my heart
Dan bintang jatuh, mereka merobek hatiku
[Pre-Chorus: Jamie Scott]
Calling you now, but you’re not picking up
Menelpon mu sekarang, tapi kau tidak mengangkatnya
Shadows so close if that’s still enough
Bayangan begitu dekat jika itu masih cukup
Light a match, light a match
Sesuai cahaya
Baby, in the dark, show me where you are
Sayang, di dalam kegelapan, tunjukan padaku dimana kau berada
[Chorus: Jamie Scott]
Oh, love
Oh, cinta
How I miss you every single day
Bagaimana bisa aku merindukan mu setiap hari
When I see you on those streets
Saat aku melihatmu di jalanan
Oh, love
Oh, cinta
Tell me there’s a river I can swim that will bring you back to me
Katakan padaku ada sebuah sungai yang bisa aku renang yang akan membawa mu kembali padaku
‘Cause I don’t know how to love someone else
Karena aku tidak tahu bagaimana tuk mencintai seseorang yang lain
I don’t know how to forget your face
Aku tidak tahu tuk melupakan wajah mu
Oh, love
Oh, cinta
God, I miss you every single day and now you’re so far away
Tuhan, aku merindukan mu seitap hari dan kau pergi begitu jauh
So far away
Pergi begitu jauh
[Verse 2: Romy Dya]
It’s breaking me, losing you
Itu menyakitiku, kehilangan bagiku
We were far from perfect
Kita jauh dari sempurna
But we were worth it
Tapi kita layak
Too many fights, and we cried
Terlalu banyak perkelahian, dan kita menangis
But never said we’re sorry
Tapi tak pernah kita berkata maaf
Stop saying you love me
Berhenti berkata kau mencintai ku
[Pre-Chorus: Romy Dya]
You’re calling me now, but I can’t pick up
Kau menelpon ku sekarang, tapi aku tak bisa mengangkatnya
Your shadow’s still close, and I’m still in love
Bayangan mu masih dekat, dan aku masih cinta
The summer’s over now
Musim panas berakhir sekarang
But somehow it still breaks my heart
Tapi entah bagaimana itu masih membeas di hatiku
We could have had this talk
Kita bisa menyelesaikan pembicaraan ini
Oh
[Chorus: Romy Dya & Jamie Scott]
Oh, love
Oh, cinta
How I miss you every single day
Bagaimana bisa aku merindukan mu setiap hari
When I see you on those streets
Saat aku melihatmu di jalanan
Oh, love
Oh, cinta
Tell me there’s a river I can swim that will bring you back to me
Katakan padaku ada sebuah sungai yang bisa aku renang yang akan membawa mu kembali padaku
‘Cause I don’t know how to love someone else
Karena aku tidak tahu bagaimana tuk mencintai seseorang yang lain
I don’t know how to forget your face
Aku tidak tahu tuk melupakan wajah mu
Oh, love
Oh, cinta
God, I miss you every single day and now you’re so far away
Tuhan, aku merindukan mu seitap hari dan kau pergi begitu jauh
[Post-Chorus: Romy Dya & Jamie Scott]
So far away
So far away, oh
So far away
So far away
Pergi begitu jauh
[Outro: Romy Dya]
Oh, love
Oh, cinta
How I miss you every single day
Bagaimana bisa aku merindukan mu setiap hari
When I see you on those streets
Saat aku melihatmu di jalanan
Oh, love
Oh, cinta
Tell me there’s a river I can swim that will bring you back to me
Katakan padaku ada sebuah sungai yang bisa aku renang yang akan membawa mu kembali padaku
‘Cause I don’t know how to love someone else
Karena aku tidak tahu bagaimana tuk mencintai seseorang yang lain
I don’t know how to forget your face
Aku tidak tahu tuk melupakan wajah mu
Oh, love
Oh, cinta
God, I miss you every single day and now you’re so far away
Tuhan, aku merindukan mu seitap hari dan kau pergi begitu jauh
Share:

Akhir Kebersamaan Bagian 4



Tapi sesampainya digerbang sekolah depan jalan

Anindya :  buru-buru gak gung?
Aku : ada apa nin?
Anindya : ini ada yang ngajak makan loh
Aku : dimana?
Anindya : di ….. mau gak? Yang ngajak ferza loh
Ferza : kok aku?
Anindya : alah jangan gitu.  Bisa gak?
Aku : eh aku langsung pulang aja
Ferza : hati-hati ya
Aku : ok

Aku segera melaju secepat mungkin. Bukannya mau menolak ajakan mereka tapi lebih tepatna sudah tidak suka dengan keadaan tadi ketika membuat drama karena hanya kurang satu tokoh semuanya tidak selesai. Sampai akhirnya pukul 6 sampai rumah.

Chat DM Twitter

Ferza : tadi marah ya?
Aku : eh. Engga kok
Ferza : jujur deh
Aku :engga ya
Ferza : kok tadi gak mau?
Aku : gapapa sih
Ferza :loh gitu kan. Tadi mukanya serem
Aku : serem gimana eh?
Ferza : ya serem gak kaya biasanya
Aku : biasanya gimana?
Ferza : ya gitu lah
Aku : kok perhatian
Ferza : gak boleh kih
Aku : boleh kok, banget malah
Ferza : ada masalah ya tadi
Aku : hmm. iya Cuma gara-gara satu orang harus buat lagi. Pengennya tadi itu selesai
Ferza : bener juga ya
Aku : kan ribet harus bawa ganti
Ferza : makanya punya rumah yang deket
Aku : gak lah. ntar kamu datang mulu
Ferza : iya loh, aku belum pernah kerumahmu.
Aku : belum ada sih cewek yang datang kerumahku
Ferza : besok aku jadi yang pertama ya
Aku : ok, kalau ketemu ya rumahnya.
Ferza : emang diumpetin
Aku : iya. Diumpetin google maps.
Ferza : lah. eh besok berangkat ya buat lagi
Aku : gak janji loh ya

Karena terlalu capek mungkin aku sampai ketiduran dan lupa kalau ada tugas. Tapi ya sudah lah. berangkat pagi menjadi solusi.

Sampai pada hari keesokan hari yaitu Jumat, 12 Ferbuari 2016.

Bangun pagi seperti biasanya, dan segera bersiapa siap kesekolah. Tapi biasanya sebelum berangkat aku sering mengecek hp tapi entah hari ini aku sama sekali belum membuka hp. Sampai akhirnya dikelas.

Arif : gung nanti buat ya? Buat yang terakhir kok
Aku : kok gak dikabarin?
Arif : katanya udah dikabarin sama ferza.
Aku : oh.

Jawabku hanya ala kadarnya saat itu. Entah kenapa hari itu tidak seangat masuk kelas. Apa gara-gara kejadian hari selasa. Ya mungkin. Pikirku. Aku segera mengecek hp.

Tertulis kamis 10.00 ( Hari kamis, pukul 10 malam ) tumben jam 10 belum tidur, biasanya jam 9 sudah pamitan.

Ferza : besok buat lagi ya. Jangan lupa bawa kostum. Katanya ini hari terakhir buat.
Pesan  itu tidak aku jawab, sampai akhirnya sepulang sekolah.
Aul : gung nanti bias kan?
Aku : gak bias ul, aku ada les.
Aul : kok gitu?
Aku : kemarin pada kemana? Kemarin aja aku gak les cuman untuk buat, dan ternyata gak bisa selesai gara – garang orang itu mentingin dirinya sendiri
Aul : aku kemarin juga gak les loh gung. Farida aja juga gak les kok. Satu les-lesan kan?
Aku : ya itu terserah dia. Duluan

Aku segera menuju parkiran motor dan menuju tempat les, walau pun les dimulai pukul 1 dan aku sampai sana pukul 12.15 , karena memang sengaja buat kabur. Salah siapa kemarin-kemarin banyak yang mentingin egonya sendiri-sendiri. Sekarang enak kan kalau kayak gitu. Jahat memang pikiranku waktu itu.

Sampai akhirnya les pun dimulai, seperti biasa aku duduk di urutan nomor tiga dari depan, itumerupakan tempat favorit,, berada di tengah-tengah, les sudah dimulai 30 menit, sampai akhirnya.

Farida : gung nanti buat ya?
Aku : eh, katanya gak les?
Farida : iya, lha ini suruh nemui kamu, di telfon juga gak diangkat.
Aku : hmm, sapa yang suruh?
Farida : arif
Aku : suruh dia kesini aja
Farida : udah, dia hujan –hujan di depan
Aku : habis les baru mau aku, kabari arif
Farida : beneran ya
Aku : iya-iya, udah jangan nangis
Farida : kamu sih gak mau buat
Aku : kok salahain aku
Farida : huuu

Memang salah sih aku dulu, karena mementingkan egoku sendiri, mungkin juga sekaligus imbas dari masalah hubungan dengan seseorang, kelas pun selesai dan aku bilang ke farida untuk duluan.

Aku : farida, kamu duluan aja
Farida : enggak  lah, entar kamu gak dating
Aku : aku nyusul entar
Farida : enggak
Yah, dia sampai gak percaya lagi pikirku.
Aku : mana arif?
Farida : duluan kayaknya, kamu sih ditunggu gak keluar-keluar
Aku : iya-iya

Kesal? Pasti, tapi karena demi satu kelompok dan katanya itu hari terakhir maka akau datang kesekolah. Sampai disekolah aku tidak langsung menyapa teman-teman yang baru membuar bagian terakhir, tapi menuju kelas ips. Ya banyak teman di kelas ips saat itu yang aku kenal. Dulu baru hesoh soal chanrl net tv yang katanya acara anak muda. Mereka baru streaming nettv. Aku pun ikut bergabung. Tak terasa sudah setengah jam bersama mereka.

Arif : mau buat kapan?
Aku : emang udah pada selesai?
Arif : ini juga nunggu kamu tok
Aku : ya maaf-maaf. Kok pada nangis?
Arif : tanya mereka

Ternyata mereka nangis gara-gara aku dikira gak berangkat, rencana sih gitu. Tapi ada yang jemput sampai les maka aku harus berangkat. Dan aku pun dapat bisik-bisik

Auliya : gung tau gak chat si ferza?
Aku : chat apa?
Auliya : itu. dia masih chat sama yudha
Aku : oh

Ya. cumah itu yang aku katakana saat itu. perasaan campur aduk tapi aku hanya menahannya, karena tidak mau membuat lebih banyak masaalah hari itu.

Auliya : udah tau gung?
Aku : ya gimana ya. belum sih. Tapi menurutku juga bakalan teep chat. Aku tau orangnya kaya gimana
Auliya : gak mau tanya langsung?
Aku : buat apa? Gak deh. Percaya kok aku. Pasti list paling atas, soalnya dari kemarin chatku seperlunya
Tiba-tiba
Jusup : gung si anu chat ferza loh
Aku : kamu tau cup?
Jusup : tau lah, aku liat tadi
Auliya : tuh kan

Mereka berdua pun bernyanyi
kamu berbohong aku pun percaya
kamu lukai ku tak peduli
coba kau pikir dimana ada cinta seperti ini

kau tinggalkan aku ku tetap di sini
kau dengan yang lain ku tetap setia
tak usah tanyakan apa aku cuma punya hati…

Punya Mytha Lestari - Aku Cuma Punya Hati . Sudah seperti pasnagan duet yang klop.

Aku : yaudah lah itu sudah keputusan dia
Auliya : semanga gung, yang penting dramanya selesai
Aku : iya –iya

Akhirnya tiba giliranku. Walaupun masih memakai sragam pramuka tapi tetap membuat bagian terakhor dari drama, karena memang tanpa persiapan  sama sekali.

Sekitar pukul 5 sore setelah semua selesai tinggal adegan penutup. Dan disitu hanya ada aku, aul, arif, dan ferza. Ya hanya kami berempat yang tersisa. Aku pun memberanikan diri untuk mengucapkan hal yang ingin aku katakana walau tidak ada dalam sekenario dalam adegan. 

Inti dari perkataanku yaitu jika memanng dia pilihanmu maka buatlah hubungan yang baik dengan dia, aku merasa kita sudah terlalu jauh untuk hal ini. 

Memang kata yang sederhana tapi itu masih sedikit dari apa yang sebenarnya ingin aku katakana. Mungkin hanya itu yang mampu keluar dariku. Sisanya biarkan disimpan baik-baik dan tak akan tersampaikan. 

Sore itu akhir dari kebersamaan.

[TYO]

Share:

Akhir Kebersamaan Bagian 3



Sampai akhirnya sabtu, hari pertama pembuatan drama.

Aku : yang lain mana ini?
Arif : entah pada dimana.

Disitukami hanya ada sekitar delapan orang yang bisa hadir dihari pertama membuat. Ya mau bagaimana lagi, mereka mempunyai kesibukan masing-masing. Dan sampai akhirnya kami memutuskan untuk segera membuatnya walaupun anggota tidak lengkap.

Kami cari adegan dimana pemerannya ada saat itu, dan kami segera berunding dan memulainya.

Aku : kok punyaku kayaknya paling banyak ya.
Ragil : kan tokoh utama
Aku : tukeran
Ragil : aku Cuma muncul dua kali
Aku : yang bagi gak rata ini
Arif : katana kemarin semua setuju loh
Aku : hmm. ini satu lagi tokoh utama ga berangkat nih
Anindya : cie nyarin
Aku : biar cepet selesai gitu.
Anindya : yang bener. Modus modus
Aku : modus apa loh.

Akhirnya sekitar dua jam menunggu sekaligus latihan dialog adegan pertama pun dimulai. Karena memang bulan februari masih termasuk musim hujan mendung pun menemani kami, sehingga harus cepat-cepat diselesaikan. Adegan per adegan kami bua. Dan aku hanya membuat tiga bagian. Dan masih kurang banyak (sekali) menurutku.

Hari yang begitu melelahkan dengan mengorbankan hari libur.

Sampai keesokan hari.

Aku : eh rif. Kalau mau buat pastikan semua kumpul ya?
Arif : iya –iya kemarin juga sudah aku kasih tau semua.
Aku : biar cepet selesai. Kayaknya tugasku numpuk ini
Arif : yak an sama. Gimana undanganmu?
Aku : kan barengan yang kepercetakan
Arif : mau diambil kapan?
Aku : ngikut weh. Barng-bareng aja kalau itu
Arif : besok ya. sekalian buat drama lagi.
Aku : eh. Mau buat dimana?
Arif : depan situ aja. Kemarin juga foto buat undangan disitu
Aku : sip

Bel masuk berbunyi. Pelajaran pertama dimulai hingga akhir pelajaran.
Ketika menuju parkiran bersama arif

Aku : udah kamu kasih tau besok buat?
Arif : entar aja
Aku : beneran ini.
Arif : iya –iya

Aktifitas yang terkesan monotan dengan dikejar deadline tugas. Sampai tiba hari kedua untuk pembuatan drama.

Aku : ada ta tempat kaya gini?
Arif : mainmu kurang jauh. Dulu pas foto juga disini
Aku : baru tau aku malahan. 

Kami segera berganti kostum yang sudah dientukan. Karena saat itu tidak hari libur melainkan hari masuk sekolah terpaksa harus mengambil di rumah bulik. Dan tak jauh dari lokasi.

Aku memakai batik seperti biasanya, dan yang perempuan mengenakan baju yang mirip kebaya, jadi terkesan tempo dulu dan asli jawa. Pada pertemuan kedua hampir semua tokoh berangkat, tapi ada juga yang ijin entah apa alasannya. Namun aku cukup lega karena dua tokoh utama semua berangkat.

Ketika itu aku jadi ingat dulu waktu sesi foto untuk undangan saat aku mengenakan batik dan dia mengenakan baju pink kesayangannya (mungkin).  

Aku : eh berangkat kih
Ferza : maaf loh kemrin gak berangkat
Aku : udah gapapa. Masih banyak loh kita
Ferza : iya ini.
Aku : lak dimulai aja dibuat dua group buat ambil videonya.
Ferza : eh iya.

Aku pun memanggil arif, karena rasa canggung yang masih ada ketika berhadapan dengan cewek.

Aku : ambil videonya ya.
Arif : ok. Kayak biasanya
Aku : kaya biasa gimana?
Arif : itu waktu dikelas
Aku : emnag gimana?
Arif : pura-pura gak tau ini
Aku : udah udah. Yang lain jangan dipanggil ya. gak bisa ngomong aku entar
Arif : kebiasaan

Aku pun mulai memerankan tokoh jaka tarub dan dia sebagai nawang wulan. Ya seperti biasanya kadang lupa naskah atau malah membuat sekenario sendiri sudah menjadi hal yang biasa. 

Aku : udah rif. Makasih loh.
Arif : okok.
Aku : masih kurang ini tapi punyaku
Arif : besok buat disekolah aja kalau pada mau.
Aku : kapan ?
Arif : jumat aja gimana?
Aku : ya besokaku kasih tau

Sebenarnya saat itu aku merasa kesal karena pembuatan harus dihentikan karena salah satu tokoh tidak hadir dari bagianku. Sehingga hars ditambahhari untuk membuatnya. Tapi ya sudah lah.
Sore itu mulai mendung aku segera berpamitan kepada yang lain. Karena memang bagianku sudah selesai. Karena aku semua yang sudah selesai berpamitan juga.

Aku : duluan ya
Arif : wah main ninggal
Aku : mau hujan. Hampir magrib ini
Anindya : aku balik juga ya rif
Arif : kalian
Aku : pak ketua yang sabar. Rumahkku jauh loh
Anindya : rumahku jjuga jauh rif, duluan ya
Arif : iya-iya

Share:

Sosial Media

Hai! Nama saya Agung Prasetyo N dan biasa di panggil Agung. Saya masih seorang pelajar di SMA. Saya berasal dari Boyolali. Read More..

Total Pageviews

Blog Archive

Entri Terbaru